Pawai Budaya Nusantara Di Tuban Meriahkan HUT RI Ke 71

FB_IMG_14713233638736232FB_IMG_14713233746686088FB_IMG_14713233819558553FB_IMG_14713232413952421FB_IMG_14713232561837901FB_IMG_14713232669602357FB_IMG_14713232875554436FB_IMG_14713233005674065FB_IMG_14713233114447413FB_IMG_14713233202963388FB_IMG_14713233296580507FB_IMG_14713233375939939

Mampir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Mampir Sholat jumat di masjid Agung Surabaya. Diteruskan dengan acara selfie berjama’ah.

IMG-20160615-WA0011IMG-20160610-WA0008IMG-20160615-WA0009IMG-20160610-WA0022

Rumah tanpa cahaya

_20160801_114541

Hujan yang turun sejak tadi sore belum juga reda. Semakin larut malam, suhu dingin ini semakin membuat tubuhku mengigil. Tubuhku yang terbaring dikamar, berselimut tebat, mata yang terus memandang langit-langit rumah seakan-akan ada bayangan yang ingin di sampaikan, entah dari masa lalu atau masa depan.

Ku lihat jam di hpku, waktu sudah menunjukan jam 11:30 malam. Rumah semakin sepi, nenek dan kakekku mungkin sudah lelap tidur. Tinggal mereka berdualah yang aku punya. Aku ngak pernah punya orang tua. Aku ngak pernah punya seorang ibu, yang selalu menghapus air mataku. Aku ngak pernah punya seorang ayah, yang menjadi pelindung kami di rumah.

Nenek dan kakekku mereka lah orang tua ku. Yang merawatku dari aku kecil sampai dewasa. Ku jalani hari-hariku bersama mereka. hari-hari yang penuh dengan tangis dan tawa. Semangat dari Mereka lah yang membuatku terus berjuang sampai sekarang.

Pernah aku bertanya kepada nenek.

Nek, ibu dan ayah kapan pulang?… ,” tanyaku dengan polos

sabar yaa nak, ibu dan ayahmu pasti pulang. ,”itulah jawaban nenek setiap ku tanya

Iya tapi, kapan? Aku sudah tidak sabar ingin berkumpul bersama mereka,” rengekan ku pada nenek.

Nenek hanya menjawabnya dengan senyuman. hal itu ia lakukan untuk menutupi kesedihannya. Ketika sering ku tanya keberadaan ibu dan ayahku.

Aku kecil telah tumbuh menjadi dewasa. yang dulu aku masih polos belum mengerti apa-apa dan selalu percaya semua omongan yang aku dengar. tanpa pernah aku berfikir benar dan tidaknya. seringkali tangisanku terhenti saat aku mendapatkan mainan baru. mungkin itulah gambaran masa kecilku.

Sekarang semuanya sudah lewat. Ketika ruh dan ragaku sudah sempurna menyatu. Seluruh indra dan pola pikirku, telah menyadarkan, siapa diriku?

dahulu aku mengangap pernikahan dan perceraian itu sama arti dan maknanya. dan baruku sadari itu adalah dua hal yang berbeda.

Saat itu pula lenyaplah harapanku untuk mempunyai keluarga bahagia. Ibu dan ayah berkumpul bersama aku, nenek dan kakek. Saling bercerita menebar senyum dan tertawa ria. Layaknya harapan semua anak manusia.

Tuban kota kecil penuh harapan. Tapi nampaknya harapan itu hanyalah tinggal harapan, yang tak pernah menemukan titik kenyataan. Keluargaku telah terpecah menjadi beberapa bagian. dan aku adalah bocah kecil yang menjadi korban.

Ketika aku tau, ibuku sudah bahagia dengan keluarga barunya. dan ayah yang ngak pernah ku dengar kabarnya. mungkin sudah ditelan ombak atau sudah berlabu di tempat yang baru, bersama pujaan hatinya. saat itu aku berfikir keluarga bahagia itu tak pernah ada.

(Dad, Mom and Me) tidak mungkin ada lagi dalam buku harianku selanjutnya.tapi rasa rindu dan sayang masih ku simpan dihati ini.

Curahan hati sie anak tunggal

_20160724_133020

Dad, Mom and Me

Jadi anak tunggal itu ngak enak gaes, sumpah ngak enak banget. Rumah sepi buanget, ngomongin tempat yang sepi pasti lo bakal bilang rumah gue kayak kuburan. Memang….bahkan lebih sepi dari kuburan. Paling rame kalo nonton tv, itu karena ribut rebutan remote dan saat yang paling seru itu kalo lihat nyokap dan bokap berantem, seru abisss… Mungkin kalo bisa di replay gue replay, biar bisa gue tonton tiap hari. Jadi rumah gue ngak bakalan sepi lagi. Kalo berhari-hari ngak ada masalah, ini rumah kayaknya ngak seru… Di situlah saatnya gue bikin onar. Entah itu buat masalah ke bokap atau nyokap atau gue adu keduanya biar berantem. Lumayan bisa di jadikan hiburan gratisss…(mohon untuk tidak ditiru 18++)

Tidak bisa dipungkiri memang, Masalah terbesar gue jadi anak tunggal adalah kesepian. Apalagi kalo di tinggal orang tua pergi. Gue sendirian dan hanya bisa meratapi nasib. Lebih sedih dari jomblo-jomblo diluar sana. apalagi gue sendiri juga jomblo. Ngak ada temen curhat atau temen main.

Ngak enaknya lagi jadi anak tunggal itu. Orang tua terlalu over protective banget sama gue. Mau pergi kemana-mana banyak dilarangnya daripada dibolehin nya, alasannya takut kenapa-napa lah… Hello!!! pak, mak kulo niki sampun gerang, Mboten cah bayi meneh.

Jadi satu-satunya harapan orang tua. Mungkin sebagian orang itu di anggap hal enak tapi ngak bagi gue. Iya kalo gue selalu sejalan dengan keinginan mereka. Pengen sih jadi kebanggan Orang tua tapi gimana kalau gue sama mereka bertentangan. Disitu gue bakal merasa tertekan. Disamping itu gue ngak mau mengecewakan mereka. Mau berharap kepada siapa lagi kalau bukan ke Anak Semata wayangnya.

Teman magang gue jaman smk

Foto0042

Iya, namanya Rohmad

Apakabar ya dia?udah lama hilang kontak. Terakhir ketemu wisuda kelulusan sekolah setahun yang lalu.

Ia adalah teman sekelas ku yang magang di tempat yang sama denganku di bengkel teacing factory motor. bengkel ini milik sekolah ku. Jadi aku magangnya di sekolahan ku sendiri. kalau ditanya enak ngak? Ya ada enaknya juga ngak enaknya. Namun gue ngak akan bahas itu… Cerita magang gue dimulai dari…dari mana ya? Gue inget2 dulu…dari rumahnya Rohmad. Setiap hari selama 2 bulan magang gue selalu mampir rumahnya Rohmad. Gue berangkat dari rumah jam 7 sampai rumahnya rohmad 7.15 alasan mengapa gue harus mampir kerumahnya rohmad, karenaaa dia ngak ada motor. Kalo ngak ada motor kayaknya salah, lebih tepatnya ngak ada bensin. biar lebih hemat ia numpang gueee. Maaf mad!!! Itu cuma prasangka gue. Tapi itu semua ngak masalah buat gue yang penting persahabatan ngak boleh dilupakan. Biasanya gue sampai di rumahnya. rohmad masih molorrrrrr…. Bokapnya aja mental ngebangunin nya.

Akhirnya gue yang turun tangan. Gue copot kaos kaki yang udah 2 minggu ngak gue cuci terus gue taruh di hidungnya mampusss lo… mad. Ayo mad, bangun berangkat magang ngak?

Rohmad mandi kopi pun datang… Ibunya memang buaaaik buaaanget. Sambil nunggu in rohmad diminum dulu kopinya, mantap.

Bengkel tempat gue magang itu bukanya jam 8. Tapi mau berangkat 9 jam juga ngak masalah.

Bengkel kami melayani

Segala bentuk servis motor, mobil atau lo mau servis otak juga bisa… NgeLas apapun kami terima… Mau bangun rumah butuh kuli, kami siap melayani… Kalau sedot wc ngak ya. Itu diluar kewenangan kami, heheeee…

Selama gue ikut menangani pasein. Biasanya paling banyak itu motor, kalau yang nangani gue dijamin nambah parahhh, rusaknya itu motor.

Dan gue paling suka itu kalau bengkel sepi. Gue bisa nyantai tiduran di bengkel sambil dengerin musik. Dua bulan magang memang waktu yang singkat tapi cukup lah untuk menambah pengalaman dan pengenalan dunia kerja.

 

Solver Mesin Indonesia

IMG_20160321_140845Kalo ngomongin anak mesin yang paling gue kangenin itu rasa solidaritasnya itu tinggi, kita bukan lagi temen yang ketemu di jalan yang lalu saling melupakan. Walaupun kadang ego yang tinggi membuat kita berambisi untuk memenangkan kepentingan pribadi. Namun semua itu kita pendam demi rasa solidatitas.

Buat para cewek perlu di beritau ini, bahwa anak mesin itu ngak seserem yang kalian pikirkan.

 

Bagi yang ingin berkenalan dengan anak mesin silahkan menghubungi panitia…!!!

Buku Records Gue

Dalam sejarah gue sekolah telat masuk kelas dan telat upacara itu ngak kehitung jumlahnya mulai jamannya smp sampai smk. kalau jaman sd gue ngak pernah telat sob di jaman ini gue bener2 jadi anak terajin di dunia versi mak gue. Di jamannya smp telat masuk kelas terutama pas hari senin waktu upacara bendera itu sampai masuk buku record sob… Keren bukan??? Mungkin bukunya sampai saat ini masih ada, itu lah yang membuat aku bangga karena sejarah kelam gue di abadikan disana… “Raport merah bk” sebuah prestasi yang sangat langka kalau bokap gue tau… Bisa hancur ini dunia.di jaman gue smp Pernah suatu ketika waktu itu hari senin dan gue jam 7 baru berangkat dari rumah dan bisa di pastikan telat upacara karena sekolahan gue ngak terlalu jauh dari rumah jadi gue berangkatnya nyantai…udah telat pakai acara nyantai segala… Sampai di sekolah karena upacara udah dimulai sebelum ketahuan guru mending gue ngumpet aja di musola ternyata anak yang telat itu ngak cuma gue sob..ada sekitar 10an anak dan mereka memilih musola sebagai tempat persembunyiannya gue berdoa agar ngak ada guru yang tau keberadaan kita dan semuanya berjalan lancar sesuai apa yang kita inginkan. harapan gue nanti setelah upacara selesai kami bisa aman masuk kelas layaknya murid yang mengikuti upacara, doa anak brandalan semoga dikabulkan-Nya. Namun na’ash sob,.. ketika kami hendak keluar musolah karena kelihatannya upacara sudah bubar. Didepan musola ada pak somad(nama kami samarkan) yang tersenyum kearah kita numun senyuman itu bagikan lahar panas yang turun dari gunung merapi. Hahaaa… mampus deh gue… Hukuman yang diberikan pada kami kalih ini cukup ringan sob… Untuk pemanasan push up 50 kali dilanjutkan membersihan wc dan diakhiri dengan tugas mulia hormat bendera merah putih sampai jam 11 siang…

Hari itu memang bebas pelajaran…. Tapi kami hampir mati kawan….!!!!

Mudik ala mas coy

Sore itu langit kota surabaya wajahnya terlihat muram entah kenapa yang biasanya cerah kali ini hilang senyumanya. Udara semeribit mengelitik tubuh ini nampaknya sebentar lagi akan turun hujan…. Kali ini cuacanya ngak bersahabat banget sama gue rencananya sore ini gue mau pulang kampung sob… Ke tuban loe mau ikut ngak!!!!!?????
Dari pada nanti keburu hujan turun, habis sholat ashar langsung meluncur ke terminal jarak antara kos gue sampaik terminal itu sekitar 5 kilo meterrrrr dan gue harus jalan kaki sob… Bisa loe bayangin jalan kaki dengan membawa tas yang isinya itu bukan main sob…ada baju kaos, hem, sweater, jaket, sleyer, masker, kaca mata, baju taqwa sarung kopyah beserta pejabat setingkatnya, jelana jins, jelana pendek, baju bola beserta peralatannya, jelana dalam sama dalemannya ngak boleh ketinggalan haahaa…laptop, charger beserta keluargan besarnya, hape beserta kerabat dekat dan temen2nya…Dan dari pada bosen dengerin 1/1 barang bawaan gue mending tinggal ngopi dulu…wk..wk

pokoknya komplet deh apa aja ada…

Tapi aman kok, bisa di pastikan ngak ada “BOMMM”nya heh gue kan bukan teroris…

Bentar dulu sob… Tak lihat dompet ada isinya ngak… Karena itu yang bisa menjamin gue bisa pulang apa ngakkkk…buat bayar bus,

Jangan bilang ngak ada…!!!

Mbonek Surabaya—-Tuban itu ngak lucu kawan….heheee

Alhamdulillah…sob…ada selembar kertas warna biru… Akhirnya gue bisa pulang. Setelah menempuh perjalan panjang yang begitu melelahkan akhirnya gue nyampaik juga di terminal…gilak capek juga nafas terengah-engah… keringat keluar semua dari ujung kaki sampai ujung kepala…hehee…lebay yaa udah kaya pelari maraton yang baru saja menyelesaikan finishnya. pandangan gue agak kaburrr??? entah kenapa  setelah gue masuk bus mata gue kembali fokus, fokusnya tepat pada cewek cantik berkerudung biru tua…radar dalam hati ini mengisyaratkan gue harus duduk di sampingnya….

Bersambung…..

Ngancing (ngaji sambil mancing) di lamongan

FB_IMG_14682021112573451

Keluarga Besar Mentoring kelas G

Keterangannya nyusul……

Hakikat Hidup

Mempelajari lebih dalam tentang hakikat hidup berarti harus siap Netral dalam menangapi berbagai masalah, masalah yang akan membuatmu tak sangup lagi untuk menahan amarah
Kita harus selalu siap menerima segala bentuk opini yang berkembang.
Namanya bersikap netral dimana pun kita pijakan kaki ini ngak perlu kita memihak pada salah satu golongan baik yang kita yakini kebenarannya ataupun sebaliknya
“Disini aku masih sama mengapa mengapa disana aku harus berbeda” ngak perlu marah-marah jika apa yang di utarakan mereka ngak sesuai dengan apa yang kita yakini kebenarannya.
Memang tak mudah semuanya butuh perjuangan karena dalam perjalannya kita akan menghadapi konflik batin yang sangat dahsat.
Dan pandai2lah beradaptasi di dalam lingkungan yang berbentuk model apapun memang cukup menyiksa namun kebiasaaan akan menuntun kita mengatasi setiap masalah
Saat kita berada di penghujung Dunia…
kita baru akan sadar indahnya perjuang hidup.